The Shattered Light Chapter 9

Fajar mulai merayap di cakrawala ketika Kaelen terbangun. Udara dingin menusuk, namun yang lebih mengusik pikirannya adalah pembicaraan Serina dan Varrok tadi malam. Ia tahu, di antara mereka, kepercayaan masih rapuh.

"Kita berangkat saat matahari mulai meninggi," suara Serina membuyarkan lamunannya. Ia sudah bersiap dengan busur di punggung dan belati di pinggang.

"Utara?" tanya Kaelen.

Serina mengangguk. "Tujuan kita desa Rothern. Aku dengar dua penyintas mungkin ada di sana. Tapi itu dekat benteng Cahaya. Kita harus hati-hati."

Lyra memandang mereka satu per satu. "Kalau mereka masih hidup... kita tidak boleh kehilangan mereka lagi. Aku siap."

Darek hanya mengangguk, seperti biasa tak banyak bicara, namun genggamannya pada kapak menunjukkan kesiapannya.

Varrok melirik Kaelen. "Kau siap?"

Kaelen menghela napas. "Selalu."

Perjalanan mereka dimulai. Hutan pagi itu diselimuti kabut tipis. Langkah mereka senyap, menapaki jalan setapak yang jarang dilalui. Mereka tahu, setiap sudut bisa jadi tempat mata-mata Cahaya.

Kaelen merasakan ketegangan dalam dirinya. Ini pertama kalinya ia bergerak bersama kelompok yang lebih besar. Ia terbiasa hanya bersama Varrok—saling memahami tanpa banyak bicara. Kini, ia harus mempercayai orang-orang yang baru dikenalnya.

Serina tampak tegar di depan, tapi Kaelen menangkap sesuatu di balik sorot matanya—keraguan, atau mungkin ketakutan yang masih tersisa. Luka dari kehilangan Bayangan Malam jelas belum sembuh.

Setelah beberapa jam berjalan, mereka tiba di pinggiran bukit yang menghadap ke desa Rothern. Dari kejauhan, terlihat aktivitas pasukan Cahaya. Sebuah pos penjagaan berdiri di tepi desa, bendera emas berkibar angkuh. Asap tipis membubung dari dapur rumah penduduk, suara samar dentingan logam terdengar, dan sorak prajurit sesekali memecah keheningan.

Serina berjongkok, mengamati. "Penjagaan diperketat. Ini lebih dari yang kuduga."

Lyra mengepalkan tangan. "Apa mereka tahu kita akan datang?"

Varrok menggeleng. "Tidak. Ini berarti desa ini punya nilai penting bagi mereka."

Kaelen menatap ke bawah. Ia mencermati wajah-wajah penduduk desa. Ada ketakutan dalam gerak mereka, seolah hidup di bawah bayangan pedang.

"Bagaimana kita masuk?" tanya Kaelen.

Darek akhirnya bersuara. "Ada jalur irigasi di belakang sana. Aku tahu karena dulu aku pernah berdagang ke sini. Itu bisa jadi jalan masuk."

Serina mengangguk setuju. "Kita masuk saat senja. Patroli biasanya lebih lengah saat itu. Kita cari penyintas dan keluar sebelum mereka menyadari."

Varrok menatap Kaelen. "Tetap fokus. Percayai punggung temanmu, tapi jangan pernah abaikan nalurimu."

Kaelen mengangguk, mengencangkan genggaman pada pisaunya. Namun, dalam hatinya, keraguan masih bersarang. Berjalan dalam kegelapan bersama orang-orang yang baru kukenal... aku harus yakin mereka akan mengangkat pedang ke arah yang sama, bukan ke punggungku.

Serina menarik napas panjang. Dalam hatinya, ia berdoa agar tidak ada lagi pengkhianatan seperti di lembah Orndell. Aku ingin percaya pada mereka... tapi aku tahu, pengkhianatan bisa datang dari siapa saja. Aku telah melihatnya sebelumnya.

Saat matahari perlahan tenggelam, bayangan lima pejuang itu mulai merayap menuju desa yang dijaga ketat. Bara perlawanan yang selama ini tersembunyi, perlahan mulai menyala. Mereka melangkah dalam bayang-bayang, namun di dada masing-masing, berkobar dua hal yang sama—harapan dan ketakutan.

You May Also Like

The God of Football Starts With Passive SkillsBecoming Enkidu in DxDSpeedrunning Naruto to the TopDanMachi: Heroic Epic of Emiya the Great HeroGreat Journey: Whims of FateOne Piece: Supreme Check-In SystemMultiverse Login SystemMultiversal Friendship SystemFake Husband of the Glamorous CEOSoul of the Revered BannerExiled Prince and His Succubus ArmySohoGun-ota ga Mahou Sekai ni Tensei Shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem o Tsukucchaimashita!?Mr Bodyguard, Protect Your Heart!There Will Always Be Protagonists With Delusions of Starting a HaremStarting Cultivation During a TripUrban LitRPG SystemMy Shadow Monarch's SystemKatalepsisWorld SeedDungeon DevoteeI Unintentionally Became Her KittenHow to Honor The GoddessFrostpunk Divine ThroneFalling for my Enemy's BrotherUnsealing: Omnipotent FatherSOURCE : A MULTIVERSE TRAVELNaruto x Fairy Tail: Fairy's ShadowA Wandering Melody (HP SI, ASOIAF Crossover)Frieren: Serie's ApprenticeThe Seven Demon's TamerSuper Check-in System: Beginning of the movie ‘The Grudge’Reborn with My Genius HusbandMy Skill Bar is Full of Monster SkillsTokyo Ghoul: Madara Template Strikes Back!Saving Uchiha, Starts by Flipping The TableBleach: Phantom TwinBleach : I Need To Rizz To Become Stronger ?!With One Blade, Overturning Konoha!Douluo: My power increases in Two levelsDouluo: Glory of the Unrivaled AngelDouluo: Live Broadcast RoomDC/Fate: Age of HeroesThe Empty Box and Zeroth MariaIn Marvel as DanteThe Inverted Dragon's ScaleSovereign of WrathThe Legendary BeekeeperMagic Murder Cube MarineCard Gacha In DXD

NovelSweet

Novelsweet is your go-to destination for binge-worthy web novels. Whether you're into slow-burn romance, epic fantasy, or gripping drama — we've got stories that'll keep you up way past bedtime.

Genres

© 2024 Novelsweet. All rights reserved.